Manajemen Sekolah di Masa Kini
Dalam
era kemandirian sekolah dan era Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), tugas
dan tanggung jawab yang pertama dan yang utama dari para pimpinan
sekolah adalah menciptakan sekolah yang mereka pimpin menjadi semakin
efektif, dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah itu sendiri
dan bagi masyarakatluas penggunanya. Agar tugas dan tanggung jawab para
pimpinan sekolah tersebut menjadi nyata, kiranya mereka perlu memahami,
mendalami, dan menerapkan beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini
telah dikembang-mekarkan oleh pemikir-pemikir dalam dunia bisnis.
Manakala diperdalam secara sungguh-sungguh, kiranya konsep-konsep ilmu
manajemen tersebut memiliki nilai (dalam arti values) yang tidak akan
menjerumuskan dunia pendidikan kita ke arah bisnis yang dapat merugikan
atau mengecewakan masyarakat luas penggunanya.
Secara
luas, penerapan konsep-konsep ilmu manajemen untuk bidang administrasi
sekolah sudah dimulai semenjak dua hingga tiga dekade yang lalu, namun
hal tersebut belum cukup mendapat perhatian dari dunia kependidikan di
negara kita. Salah satu bukti yang memperjelas pemikiran itu adalah
masih langkanya Jurusan Manajemen Kependidikan (Educational Management
Department) di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia yang membuka
program kependidikan (IKIP atau FKIP), sebuah jurusan yang bernaung di
bawah IKIP yang bernama AP atau Administrasi Pendidikan (Educational
Administration) meski lingkup yang dibahas berbeda dengan bidang atau
jurusan Manajemen Kependidikan.
Di
dalam kelangkaan, manakala jurusan Administrasi Pendidikan ini dapat
berkembang, kiranya bahasan tentang cara-cara pengelolaan (atau
manajemen) untuk lembaga-lembaga pendidikan (misalnya sekolah) juga
dapat berkembang. Jurusan Manajemen Kependidikan yang telah berkembang
di beberapa negara itu sendiri kiranya juga merupakan pengembangan dari
Jurusan Administrasi Pendidikan, yang dibahas dalam Jurusan Adminidtrasi
Pendidikan tersebut antara lain adalah aplikasi konsep-konsep atau
model-model manajemen (bisnis) untuk dunia kependidikan, antara lain
konsep pengembangan budaya dan iklim organisasional, penerapan konsep
transformational leadership, penggunaan konsep TQM, penerapan konsep
perencanaan strategik (strategic planning), dan lain sebagainya.
Dalam
era kemandirian sekolah dan era Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
kiranya pemahaman, pendalaman, dan aplikasi konsep-konsep ilmu manajemen
yang telah banyak sekali dikembangkan oleh para pemikir di bidang
bisnis perlu mendapatkan perhatian para pimpinan sekolah untuk
memanajemeni sekolah-sekolah yang mereka pimpin di masa kini. Kesempatan
untuk mengembangkan sebuah sekolah hingga menjadi sebuah sekolah yang
sungguh efektif kiranya membutuhkan kreativitas kepemimpinan yang
memadai. Kreativitas kepemimpinan semacam itu dapat terlihat atau dapat
muncul manakala para pimpinan sekolah mampu dan mau melakukan
perubahan-perubahan tentang cara dan metode yang mereka pergunakan untuk
memanajemeni sekolah.
Kemampuan
serta kemauan tersebut akan muncul manakala para pimpinan sekolah dapat
membuka diri secara luas untuk mencari dan menyerap sumber-sumber yang
dapat mendorong perubahan, dan kiranya konsep-konsep dasar untuk
melakukan perubahan tersebut tersedia luas dalam bidang di luar bidang
pendidikan itu sendiri, yakni bidang manajemen bisnis.
Menempuh
jalur pendidikan formal bagi para pimpinan sekolah yang sudah lama
memimpin sekolah kiranya diperlukan pertimbangan dan pemikiran yang jauh
karena menyangkut waktu, menyangkut dana, menyangkut kesempatan, dan
lain sebagainya. Melalui jaringan komunikasi untuk bidang kependidikan.
http://prasszhenth.blogspot.co.id/2011/12/artikel-manajemen-pendidikan.html